Rate this post

Jogja Istimewa, merupakan sebutan khas yang dapat anda temukan tulisannya di berbagai tempat di sudut area Jogja. Tak salah sebutan ini disematkan pada provinsi terkecil di Indonesia ini. Selain memiliki sistem pemerintahan yang khas berbasis kesultanan yang hampir bisa dibilang tidak dimiliki lagi oleh daerah lain di Republik ini, Jogja juga menyimpan beragam keanekaragaman wisata, baik wisata alam, wisata sejarah, wisata kuliner dan wisata kebudayaan.

Salah satu wisata kebudayaan yang menyajikan beragam pameran kebudayaan khas Indonesia yaitu batik juga ada di Jogja. Anda dapat menemukannya di museum batik Jogja. Bagi Anda yang penasaran dengan museum ini, berikut beberapa informasi yang harus Anda ketahui.

Sekilas Informasi Mengenai Museum Batik Jogja

Ruangan-di-Museum-Batik

Wisata ini menyediakan koleksi kain batik yang sangat lengkap, bahkan museum ini memiliki koleksi kain batik tertua karya tahun 1700-an. Tidak hanya batik bercorak Yogyakarta yang dipamerkan di sini, namun juga segala motif dan jenis batik dari berbagai daerah di Indonesia bisa anda lihat di sini. Dari mulai batik Yogyakarta, batik Indramayu, batik Solo, Pekalongan dan batik khas daerah pengrajin batik yang lain. Jenis yang dikoleksi dan dipamerkan di sini juga sangat beragam seperti kain sarung, kain panjang yang mencapai jumlah 400 lembar kain. Belum lagi ditambah peralatan membatik yang sangat lengkap membuat anda dapat menyelami langsung dunia batik tradisional.

Baca juga, Museum Sandi Yogyakarta, Mengungkap Sejarah Sandi Rahasia Indonesia

Museum batik bahkan pernah mendapatkan berbagai penghargaan dari Rekor MURI atas karya sulaman tangan terbesar yang berukuran 90 x 400 cm. Tidak hanya penghargaan Muri untuk karya sulaman terbesar, Rekor Muri Indonesia juga menganugerahkan penghargaan kepada museum batik sebagai pemrakarsa berdirinya Museum Sulaman pertama di Indonesia. Bahkan, pengelola museum batik ini sekarang yaitu Ibu Dewi Sukaningsih (Oma Dewi) merupakan penghasil sulaman tangan indah yang tampak nyata dengan foto asli. Sayangnya, kurangnya perhatian dan pengelolaan pemerintah yang kurang membuat museum ini masih kurang dikenal dan berkembang di masyarakat.

Sejarah Pendirian Museum Batik

Berawal dari kegelisahan seorang Hadi Nugroho yang melihat terjadinya pergeseran cukup masif terhadap seni membatik di tahun 1960-an akhirnya membuat pasangan suami istri Hadi Nugroho dan Dewi Sukaningsih mendirikan museum batik pada tanggal 12 Mei 1977. Kegelisahan ini berawal dari gempuran teknik printing pada industri garmen termasuk batik yang membuat kaidah seni membatik banyak mengalami perubahan mencolok dari kaidah aslinya.

Museum batik ini didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi yang merupakan tanah tempat tinggal pasangan suami istri Hadi Nugroho dan Dewi Sukaningsih. Museum ini diresmikan di tahun 1979 oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan mendapat nomor induk museum di tahun 2001, dengan nomor 09/I.13.XVI/II.2/77/01. Visi dan misi dari museum batik ialah untuk melestarikan pengetahuan mengenai teknik membatik dan mengenai batik serta mendokumentasikan setiap perkembangan motif batik yang ada dari tahun ke tahun.

Pameran Koleksi Museum Batik

Museum batik memiliki beragam koleksi yang berhubungan dengan batik, dari mulai kain batik hingga peralatan membatik. Koleksi batik yang dipamerkan terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu koleksi peralatan batik kuni, koleksi batik pedalaman dan koleksi batik pesisiran daerah. Museum ini memiliki koleksi batik mencapai 1200-an kain batik yang berasal dari teknik batik tulis sebanyak 500 dan batik cap sebanyak 560. Anda dapat menemukan keunikan tersendiri dari setiap kain batik yang dimiliki. Setiap coraknya memiliki filosofi tersendiri yang dapat anda pelajari. Terdapat klinik perawatan di museum ini untuk menjaga koleksi batik dari kerusakan dan sebagainya. Peralatan membatik yang dimiliki juga sangat lengkap dari mulai 124 canting, bahan pewarna, malam, juga 35 wajan.

Terdapat penjelasan lengkap mengenai sejarah berdirinya museum batik yang ditulis di bagian dalam museum. Anda juga dapat mengetahui penjelasan lengkap mengenai sejarah batik di Indonesia. Deskripsi lengkap mengenai langkah membatik hingga pengenalan peralatan dan bahan membatik juga disajikan di sini.

Baca juga, Taman Budaya Jogja, Tempat yang Asyik Dikunjungi Saat Weekend

Lokasi Museum Batik Jogja

Museum batik Jogja berlokasi di Jalan Dr Sutomo 13 A Yogyakarta. Untuk menjangkaunya, Anda dapat menggunakan berbagai moda transportasi umum Yogyakarta. Namun, jika ingin lebih praktis, Anda dapat menyewa mobil di sekitar Jogja.

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka

Meski tidak diberikan tiket masuk, namun untuk dapat masuk ke dalam museum batik anda harus membayar uang donasi sebesar Rp 20.000. Setelah itu anda dapat bebas mengeksplor bagian dalam museum. Museum batik Jogja buka dari hari Senin hingga hari Sabtu pukul 9 pagi dan tutup pukul 3 sore. Jika anda ingin mengunjungi museum bersama rombongan keluarga, sekolah, maupun teman dengan minimal peserta lima orang, anda dapat melakukan perjanjian terlebih dahulu dengan pengelola museum via telepon maupun email [email protected].

Fasilitas Di Tempat Wisata

Aktifitas-di-Museum-Batik

Tidak hanya berkeliling dan melihat-lihat koleksi batik yang dipamerkan, museum batik Jogja juga menyediakan fasilitas menarik bagi anda yang penasaran bagaimana rasanya membatik. Museum ini menyediakan workshop membatik dimana anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 40.000 perjamnya untuk merasakan pengalaman berharga membatik tulis.

Baca juga, Museum Anak Kolong Tangga Jogja, Salah Satu Wisata Edukasi di Yogyakarta

Meski tidak seramai seperti lokasi wisata umumnya, namun sebaiknya anda tetap menjaga barang-barang bawaan anda. Jangan sampai lokasi yang lengang justru membuat anda teledor terhadap barang bawaan seperti smartphone dan dompet. Anda juga bisa mengabadikan momen maupun koleksi-koleksi menarik melalui perangkat gadget maupun kamera anda. Jika pergi bersama anak maka sebaiknya awasi anak anda karena khawatir anak anda tidak sengaja memainkan peralatan batik. Jangan lupa membawa uang lebih karena banyak suvenir menarik bernuansa batik yang dijual di museum.

Jadi, sudah siap mengunjungi museum ini? Segera rencanakan jadwal kunjungan anda bersama keluarga dan teman.