Beri peringkat untuk posting ini

Jogja dikenal dengan banyak sebutannya mulai dari Kota Gudeg, Jogja Istimewa, hingga Kota Pelajar. Memang tak salah Jogja dilabeli sebagai Kota Pelajar. Selain memiliki sangat banyak universitas dan sekolah-sekolah terbaik di negeri ini, Jogja juga sangat ramah terhadap para pelajar. Anda dapat menemukan pasar buku murah dan besar di Jogja, begitu pula wisata yang berkaitan dengan pendidikan sangat mudah ditemukan di provinsi terkecil di Indonesia ini.

Salah satu wisata pendidikan yang berkaitan dengan sejarah yang dapat anda kunjungi ketika ke Kota Gudeg ini adalah Museum Perjuangan Yogyakarta. Museum Perjuangan dibangun untuk memperingati 50 tahun Hari Kebangkitan Nasional. Sehingga museum ini bisa dibilang merupakan simbol sejarah penting untuk Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei 1908 oleh Dr. Soetomo.

Bentuk bangunan ini bulat silinder dengan tinggi 17 meter dan diameter 30 meter. Arsitektur museum mengadopsi model arsitektur bangunan zaman Romawi Kuno pada bagian atas yang dipadukan dengan gaya bangunan candi Mataram Hindu di Indonesia pada bagian bawahnya.

Sekilas Informasi Mengenai Museum Perjuangan Yogyakarta

Pembangunan museum dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Sri Paku Alam VIII pada tanggal 17 Agustus 1959 di halaman Ndalem Brontokusuman, Yogyakarta. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1959 proses pembangunan dilanjutkan dengan pencangkulan pertama oleh Sri Paku Alam VIII. Museum Perjuangan membutuhkan waktu pembangunan selama 3 tahun dan selesai dibangun pada tanggal 29 Juli 1961 yang ditandai dengan peletakan batu terakhir oleh Sri Sultan HB IX . Museum secara resmi dibuka oleh Sri Paku Alam VIII pada tanggal 17 November 1961.

Baca Juga, Sindu Kusuma Edupark, Taman Bermain Keluarga di Kota Yogyakarta

Bangunan gedung dirancang penuh dengan nuansa perjuangan. Dari mulai jumlah anak tangga yang dirancang sebanyak tujuh belas tangga hingga delapan buah daun pintu masuk dan empat puluh lima jendela yang mengelilingi dinding pada bagian atas gedung merupakan simbol kemerdekaan ketika Proklamasi dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Koleksi museum ditempatkan di dua lokasi yaitu indoor dan outdoor. Koleksi yang dipamerkan di luar ruangan (outdoor) berupa relief peristiwa sejarah seperti lahirnya Budi Utomo, Sarekat Islam, Kongres Pemuda I serta patung kepala pahlawan nasional. Sementara pada bagian indoor terdapat replika senjata serdadu dan mata uang VOC, replika Meriam, topi dan pakaian tentara Pelajar dan lainnya.

Lokasi Museum Perjuangan Yogyakarta

Museum Perjuangan Yogyakarta berlokasi di Jalan Kolonel Sugiono 24, Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta. Lokasi museum ini berada di sekitar Jokteng Wetan (Pojok Benteng Wetan) tak jauh dari pusat kota sehingga mudah dijangkau. Terdapat halte Trans Jogja di depan bangunan gedung sehingga anda bisa memilih moda transportasi umum ini ke sana.

Jika anda dari luar kota dan menginap di Hotel Jogja, anda tidak perlu kawatir karena di Jogja cukup banyak agensi perjalanan wisata yang menyediakan jasa sewa mobil.

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka

Harga tiket masuk ke dalam museum cukup murah. Untuk wisatawan domestik dewasa perorangan cukup Rp 2000 sementara untuk rombongan Rp 1000. Untuk anak-anak perorangan Rp 1000, sementara jika rombongan seperti study tour cukup membayar Rp 500. Untuk wisatawan mancanegara dewasa dan anak-anak membayar Rp 10.000. Museum dibuka dari hari Senin hingga Jumat. Di hari Senin – Kamis buka pukul 8 pagi hingga 4 sore. Khusus hari Jumat dari pukul 8 pagi sampai 16.30.

Fasilitas yang ada di Museum Perjuangan

Fasilitas yang disediakan pengelola antara lain:

  1. Taman Bermain

Terdapat taman bermain di area museum yang cocok digunakan bagi anak-anak.

  1. Tempat Parkir

Tempat parkir yang disediakan cukup luas bagi anda yang membawa kendaraan pribadi. Biaya parkir untuk motor sebesar Rp 2000 sementara untuk mobil Rp 10.000

  1. Ruang pameran indoor dan outdoor

Terdapat dua penempatan pameran di museum, yaitu indoor dan outdoor.

  1. Toilet

Terdapat toilet di museum ini yang bersih dan nyaman untuk digunakan.

  1. Hotspot area

Kehabisan kuota ketika berada di dalam museum? Tidak perlu khawatir karena museum ini juga menyediakan area hotspot yang bisa anda akses.

  1. Perpustakaan

Di museum ini disediakan perpustakaan dengan beragam koleksi bukunya terkait sejarah kemerdekaan.

  1. Mushola

Tidak perlu khawatir jika masuk waktu sholat saat mengeksplorasi isi museum karena sudah disediakan mushola di dalam area museum.

Tips berwisata

Berikut berbagai macam tips yang bisa Anda ikuti saat mengunjungi museum ini, antara lain:

  1. Tetaplah jaga barang-barang bawaan anda ketika berkeliling museum. Meski tidak terlalu ramai di hari-hari biasa, namun jangan sampai membuat anda teledor dan meninggalkan barang-barang seperti smartphone dan dompet.
  2. Anda dapat mengabadikan momen selama di museum menggunakan kamera saku maupun smartphone. Oleh karena itu jangan lupa untuk mengisi baterainya sampai penuh sebelum berangkat.
  3. Awasi juga anak anda selama berada di museum agar tidak memainkan replika yang dipamerkan.

Baca juga, Monumen Jogja Kembali, Wisata Replika Sejarah Yang Sarat Edukasi

Museum Perjuangan Yogyakarta adalah salah satu pilihan berwisata sejarah terbaik yang ada di kota pelajar ini. Jangan lupa untuk meluangkan waktu anda mengunjungi museum ini. Anda bisa membawa anak anda untuk belajar sejarah Indonesia di sini agar mereka lebih mengenal tokoh-tokoh perjuangan dan sejarahnya.