Merupakan provinsi terkecil di Indonesia, Jogja hanya memiliki daftar empat kabupaten dan satu kota. Namun, meski merupakan provinsi kecil, Jogja tetaplah menyimpan banyak sejarah dan keistimewaan tersendiri. Anda dapat menemukan beragam pilihan wisata di provinsi ini. Wisata yang disajikan dari mulai wisata alam, wisata kebudayaan, wisata kuliner hingga wisata sejarah.

Salah satu wisata sejarah yang ditawarkan oleh Yogyakarta adalah wisata sejarah persandian di Indonesia. Anda dapat menemukannya di Museum Sandi Yogyakarta. Museum Sandi merupakan museum yang mendokumentasikan sejarah persandian di Indonesia baik sebelum kemerdekaan dan setelah kemerdekaan. Tidak hanya sejarah persandian di Indonesia, namun museum ini juga merekam sejarah persandian di dunia.

Tujuan dari pembangunan museum ini adalah untuk melestarikan nilai sejarah tepatnya yang berhubungan dengan sejarah persandian negara. Terdapat berbagai hal yang dipamerkan di museum ini termasuk revolusi peralatan sandi dari awal mula hingga saat ini. Pengunjung dapat mempelajari sejarah perkembangan sandi dunia di sini. Museum sandi sendiri hanya ada tiga di seluruh dunia, yakni di Amerika Serikat, Belanda dan Indonesia tepatnya Yogyakarta.

Asal Usul Museum Sandi

Patung Lilin Museum Sandi

Museum Sandi diprakarsai oleh gagasan Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), saat menerima kunjungan dari mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) pada bulan Maret 2006. Gagasan ini pun kemudian ditindaklanjuti dan disambut baik oleh Mayjen TNI Nachrowi Ramli, yang merupakan Kepala Lembaga Sandi Negara dengan membentuk tim Pengisian Koleksi Persandian yang kemudian dikenal sebagai Tim Museum Sandi di Museum Perjuangan Yogyakarta.

Baca juga, Taman Budaya Jogja, Tempat yang Asyik Dikunjungi Saat Weekend

Berdampingan dengan pembangunan Monumen Sandi di daerah Dukuh, Kulonprogo, pada pertengahan tahun 2006 Tim pun segera bergerak mempersiapkan museum sandi di Yogyakarta. Namun dengan adanya bencana alam berupa gempa bumi besar yang sempat menimpa Yogyakarta pada tanggal 27 Mei 2006 menyebabkan pembangunan museum sempat tertunda. Namun berkat dukungan dari semua pihak, museum akhirnya diresmikan pada tanggal 29 Juli 2008 oleh Gubernur DIY, Kepala Lembaga Sandi Negara serta Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.

Pada tanggal 15 Juli 2013, dimulailah penjajakan lokasi museum yang baru di Yogyakarta. Lewat kerjasama Lembaga Sandi Negara dengan Pemda DIY akhirnya diputuskan untuk memanfaatkan gedung bekas Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah sebagai tempat baru pameran museum. Dengan diterbitkannya Surat Keputusan Gubernur DIY 51/KEP/2013 artinya secara gubernur menyetujui pinjam pakai tanah dan bangunan milik daerah sehingga resmi museum sandi dipindahkan ke lokasi barunya di Jalan Faridan Muridan Noto 21.

Koleksi Museum Sandi Yogyakarta

Koleksi Museum Sandi Yogyakarta

Sejarah awal mulai sandi di Indonesia dimulai saat menteri pertahanan, Mr. Amir Syarifudin meminta dr. Roebiono Kertopati untuk memimpin sebuah badan Dinas Code. Badan tersebut dibentuk untuk mengamankan berita rahasia agar tidak bocor ke tangan musuh. Replika mengenai pembentukan Dinas Code ini pun dipamerkan pada salah satu ruang di museum.

Museum ini juga menyajikan perkembangan ilmu persandian dimulai dari sistem kriptografi klasik yaitu Cardan Grille, Alberti Disc, Caesar Cipher, Vigenere, dan sistem kartografi modern yaitu Rijndael, Algoritma DES, Pertukaran Kunci Diffie Hillman dan RSA.  Disediakan pula seperangkat permainan menarik mengenai sandi.

Hampir setiap harinya pengunjung yang datang ke museum ini sebanyak 60 sampai 70 orang. Bertepatan pada hari Kebangkitan Nasional pada bulan Mei, museum akan mengadakan acara pameran dan UMKM masyarakat. Terdapat berbagai macam stan yang menjual serta memamerkan karya-karyanya seperti makanan khas Yogyakarta, karya siswa /siswi SMK/SMA, hiasan, Lembaga Seni dan Budaya dan workshop khusus dari museum.

Lokasi Museum Sandi

Lokasi Museum berada di Jalan Faridan Muridan Noto 21, Kota Baru, Yogyakarta, dengan menempati bekas kantor Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah. Anda dapat mencapai lokasi ini dengan mudah menggunakan transportasi umum seperti Trans Jogja. Selain transportasi umum, Anda dapat mencapai lokasi Museum Sandi dengan menggunakan sewa mobil atau sewa motor di sekitar Yogyakarta.

Harga Tiket Masuk Museum

Museum ini bisa menjadi salah satu pilihan wisata berkualitas dengan harga yang murah meriah bahkan gratis. Museum Sandi buka setiap hari termasuk di hari Minggu, kecuali hari libur keagamaan dan hari besar nasional. Anda dapat mengunjungi museum ini di hari Senin sampai Kamis dari mulai pukul 08.30 hingga pukul tiga sore. Khusus di hari Jumat museum ini tutup lebih awal yaitu pukul 11.30 dan buka pukul 08.30. Sementara di hari Sabtu dan Ahad buka pukul 09.00 hingga 12 siang.

Baca juga, Kraton Ngayogyakarta, Salah Satu Wisata Sejarah yang Menarik di Kota Gudeg

Fasilitas yang Disediakan

Museum menyediakan beragam fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh para pengunjung dari mulai pemandu yang akan menjelaskan dengan rinci mengenai seluk beluk museum ini sehingga anda tidak akan terlewatkan informasi satupun. Disediakan pula fasilitas cryptogames dengan teknologi layar sentuh (touch screen) yang dapat dimainkan untuk memecahkan sandi dan kode rahasia tertentu. Terdapat pula bagian informasi elektronik yang menyediakan informasi mengenai museum. Ada beberapa ruangan yang ditawarkan untuk para pengunjung seperti Ruang Perawatan Koleksi, Ruang Pameran, serta Ruang Multimedia.

Jadi, kapan Anda berencana mengunjungi museum yang menakjubkan ini? Sebenarnya, ada begitu banyak wisata yang menarik di Yogyakarta, jika Anda ingin mengunjungi berbagai wisata tersebut dengan mudah dan praktis, Anda bisa membeli paket wisata sesuai dengan tujuan wisata yang Anda ingini.

Rate this post