Beri peringkat untuk posting ini

Erupsi Gunung Merapi yang terakhir terjadi tahun 2010 silam menyisakan duka yang sangat mendalam terutama bagi para korban yang tempat tinggalnya berada di lereng Gunung Merapi. Bencana erupsi tersebut menelan korban tewas kurang lebih 200 orang dan luka-luka 800 orang. Harta benda, hewan ternak, dan tempat tinggal mereka pun luluh lantak dihanguskan letusan abu panas gunung berapi tersebut.

Letusan dahsyat tersebut telah menghanguskan segalanya tanpa kecuali dan banyak benda-benda serta perabot rumah tangga yang meleleh akibat abu panas. Hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing, dan lainnya banyak yang mati karena abu panas dan gas beracun. Namun, masyarakat yang menjadi korban tidak larut dalam keterpurukan dan mencoba bangkit dengan membangun Museum Sisa Hartaku sebagai salah satu usaha untuk mengenang kedahsyatan erupsi Merapi.

Koleksi di Museum Sisa Hartaku

Koleksi Museum Sisa Hartaku

Kedahsyatan erupsi Merapi mungkin masih berbekas dalam ingatan sebagian besar korban ketika rumah-rumah, ladang, dan sawah tempat mata pencaharian mereka diselimuti oleh abu panas yang sangat tebal. Sisa-sisa harta yang mereka miliki yang menjadi saksi kedahsyatan erupsi Merapi waktu itu dikumpulkan dan disimpan di dalam sebuah museum sederhana yang dikelola oleh warga sekitar.

Para pengunjung akan melihat foto-foto kejadian pada saat Merapi meletus, barang-barang rumah tangga peninggalan warga yang terkena bencana, fosil hewan ternak yang mati, bebatuan, dan benda-benda lainnya yang menjadi saksi bisu. Beberapa benda-benda yang cukup unik namun membuat hati tersentuh ketika melihatnya di antaranya:

  •  Televisi dan komputer yang sudah meleleh
  • Rangka motor bebek yang sudah berkarat dan masih diselimuti bekas debu Merapi
  • Bangkai sapi yang sudah menjadi tulang-belulang
  • Perangkat gamelan yang sudah rusak dan berkarat
  • Botol-botol, kendi, dan perabotan yang dilalap habis abu volcano

Museum Sisa Hartaku dibagi ke dalam beberapa ruangan yaitu ruang tamu, 3 kamar tidur, kamar mandi, dan dapur yang diisi koleksi barang-barang yang telah hancur dan tidak dapat dimanfaatkan kembali. Secara tidak langsung para pengunjung dapat merasakan kesedihan yang menimpa para korban ketika melihat barang-barang sisa harta yang tersisa meleleh akibat letusan.

Baca Juga, Candi Sewu Jogja, Petilasan Sejarah yang Sempat Terlupakan

Suasana yang berbeda berupa kesedihan ketika mengingat kedahsyatan Gunung Merapi dapat dirasakan ketika para pengunjung mulai memasuki bagian depan museum. Museum Sisa Hartaku juga dilengkapi dengan fasilitas lain seperti warung makan, warung merchandise, dan spot-spot foto menarik.

Berwisata ke Museum Sisa Hartaku ini mungkin akan memberikan pengalaman yang sangat berbeda dibandingkan ketika berwisata ke tempat-tempat lainnya. Datang ke museum ini seolah membuat para pengunjung melihat kembali atau mendengar cerita pada saat detik-detik erupsi Merapi. Para pengunjung pun dapat mengambil pelajaran bahwa alam tidak pernah main-main sehingga alam tidak hanya untuk dimanfaatkan saja, akan tetapi harus dijaga dan dilestarikan.

Rute dan Harga Tiket Masuk

Tiket Masuk Museum Sisa Hartaku

Lokasi Museum Sisa Hartaku berada di Dusun Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan dekat dengan tempat-tempat wisata hits lainnya di sekitar lereng Gunung Merapi. Jarak yang harus ditempuh dari pusat kota menuju lokasi museum ini kurang lebih sekitar 1 jam.

Rute jalan menuju lokasi Museum Sisa Hartaku pun sangat mudah dicari dengan mengikuti sepanjang Jalan Kaliurang sampai melewati Kopi Merapi lalu belok kanan. Kurang lebih setelah 100 meter dari lokasi tersebut terdapat tempat wisata baru Stonehenge. Maju sedikit kurang lebih 5 meter, belok ke kiri atau utara, lalu lurus saja ikuti jalan sampai menemukan museum unik ini.

Baca Juga, Jalan Malioboro, Wisata Belanja di Yogyakarta yang Tak Boleh Anda Lewatkan

Sayangnya, tidak ada angkutan umum yang terintegrasi secara langsung untuk sampai ke lokasi wisata ini. Namun, tak perlu khawatir bagi para wisatawan yang berasal dari luar Kota Jogja karena bisa menggunakan jasa sewa mobil atau motor tergantung berapa banyak rombongan yang akan datang berkunjung ke tempat wisata ini.

Para pengunjung bisa datang langsung ke Museum Sisa Hartaku setiap hari mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB. Untuk memasuki kawasan wisata ini pun tidak dipungut biaya sama sekali alias 0 rupiah. Hanya saja para pengunjung bisa mengisi dana sukarela di tempat yang disediakan untuk membantu warga sekitar mengelola dan merawat museum ini.

Agar perjalanan lebih efektif dan efisien para pengunjung pun bisa memanfaatkan jasa paket wisata atau tour yang biasanya ditawarkan oleh agen-agen wisata