Beri peringkat untuk posting ini

Saat menyebutkan kota Yogyakarta, hal apa yang langsung muncul di fikiran Anda? Mungkin Anda akan langsung membayangkan wisata belanja Malioboro. Atau malah, makanan yang menarik seperti gudeg. Selain pilihan wisata belanja dan kulinernya, nyatanya Yogyakarta juga menawarkan wisata sejarah. Ada begitu banyak wisata sejarah yang ditawarkan di kota ini.

Salah satu wisata sejarah yang tidak boleh dilupakan saat mengunjungi Yogyakarta adalah Benteng Vredeburg. Vredeburg merupakan bangunan dari zaman Belanda, di sini Anda dapat mempelajari sejarah mengenai museumnya. Tertarik mengunjungi Vredeburg? Berikut informasi Vredeburg secara lengkap.

Sejarah Singkat Museum Vredeburg

Sejarah-Museum-Vredeburg

Setelah puas berbelanja di Malioboro, Anda dapat mampir ke Benteng Vredeburg, atau Museum Vredeburg. Tempat wisata ini sebenarnya merupakan bangunan khas Belanda paling tua di kawasan Nol Kilometer serta Malioboro. Benteng Vredeburg memiliki gaya yang megah serta berbagai kisah sejarah yang panjang. Sehingga sayang rasanya bila Anda tidak menyempatkan waktu untuk mengunjungi Benteng Vredeburg.

Baca juga, Taman Budaya Jogja, Tempat yang Asyik Dikunjungi Saat Weekend

Di bangun tahun 1760 lalu, pada saat itu Belanda merasa cemas dengan kemajuan Kraton Yogyakarta. Sehingga, alasan yang mereka gunakan saat membangun Benteng Vredeburg ialah demi menjaga Kraton. Tentu hal tersebut merupakan akal-akalan Belanda, karena tempat ini dijadikan sebagai pertahanan dan pusat strategi.

Pada awalnya, Benteng Vredeburg memiliki nama Rustenburg atau peristirahatan. Namun, nama tersebut diganti menjadi Vredeburg yang memiliki arti perdamaian. Gantinya nama ini dilakukan saat Benteng Vredeburg selesai direnovasi. Renovasi Benteng Vredeburg disebabkan karena terjadinya gempa bumi yang begitu besar. Namun, walaupun sudah dilakukan renovasi, bentuk dari Benteng Vredeburg tetap sama yakni bujur sangkar. Karena digunakan sebagai tempat pertahanan, Benteng Vredeburg memiliki pintu gerbang yang menghadap di sebelah barat.

Selain itu Benteng Vredeburg juga dikelilingi dengan tembok, dilengkapi dengan parit hingga jembatan angkat. Namun, seiring dengan dibukanya Benteng Vredeburg sebagai lokasi wisata. Benteng Vredeburg sudah dilengkapi dengan akses masuk yang menghubungkannya dengan tempat wisata lain seperti Taman Pintar dan Taman Budaya Yogyakarta.

Dengan kondisi pasang surut negara Indonesia di zaman dulu, benteng ini pun pernah mengalami perpindahan tangan. Selain itu fungsi yang dimilikinya juga berubah-ubah. Mulai dari perlindungan, benteng pertahanan pasukan, markas tentara, tempat tahanan hingga akhirnya digunakan sebagai museum.

Baca juga, Museum Anak Kolong Tangga Jogja, Salah Satu Wisata Edukasi di Yogyakarta

Saat masuk di kawasan Benteng Vredeburg, nantinya Anda harus menyeberang jembatan yang berada di atas parit. Dulunya jembatan ini digunakan sebagai tempat pertahanan. Saat masuk ke area Benteng Vredeburg, Anda akan langsung merasakan suasana yang sejuk, pohon-pohon tinggi yang memayungi hingga taman yang asri.

Lokasi Museum Vredeburg

Museum Vredeburg berlokasi di Jalan Jend. A. Yani 6 Yogyakarta. Tepatnya di sebelah selatan Ps Beringharjo. Benteng Vredeburg juga tidak jauh dari perempatan kantor pos. Lokasi Benteng Vredeburg yang sangat strategis membuat kita tidak akan kesulitan untuk menjangkaunya. Anda bisa menggunakan berbagai moda transportasi seperti becak, bus transjogja, delman hingga taksi.

Namun, jika ingin lebih praktis, Anda bisa menyewa kendaraan seperti mobil di agen penyewaan mobil di sekitar Yogyakarta.

Berbagai Hal yang Bisa Dilakukan

Lounge-Koffie-Museum-Vredeburg

Berikut berbagai macam hal yang dapat Anda lakukan di Benteng Vredeburg ini, seperti:

  • Mempelajari sejarah

Benteng Vredeburg resmi dibuka menjadi museum pada tahun 1992 oleh Sultan HB IX. Berbagai macam koleksi dimiliki oleh Museum Vredeburg ini seperti diorama perjuangan Indonesia, koleksi patung, grafik, lukisan dan masih banyak lagi.

  • Berfoto

Benteng Vredeburg memiliki kawasan yang begitu fotogenic. Sehingga, sangat menarik untuk mengabadikan berbagai macam momen di sana. Benteng Vredeburg menjadi lokasi favorit untuk berfoto mulai dari foto model, preweeding, atau pun foto untuk kebutuhan sosial media.

  • Menikmati kopi di Indische Koffie

Tidak banyak orang yang mengetahui bila di dalam Benteng Vredeburg juga terdapat restoran dan cafe yang begitu menarik. Cafe ini memiliki nama Indische Koffie. Jika Anda merindukan suasana yang klasik, Indische Koffie bisa menjadi jawabannya. Berbagai menu spesial pun di tawarkan, cafe ini buka dari hari Selasa hingga Minggu mulai dari jam 9 pagi hingga 10 malam.

Baca juga, Kraton Ngayogyakarta, Salah Satu Wisata Sejarah yang Menarik di Kota Gudeg

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka

Benteng Vredeburg memiliki harga tiket masuk Rp 3 ribuan saja untuk orang dewasa. Sedangkan untuk anak-anak hanya Rp 2 ribuan. Benteng Vredeburg buka dari hari Selasa hingga Minggu, hari libur nasional dan Senin tutup.

Menarik bukan? Jadi, kapan Anda menyempatkan waktu mengunjungi Museum Vredeburg?